Minggu, 23 Oktober 2016

PUISI

KAKAK
By Mahdalita Shabrina

Sejak awal dunia terlalu besar untukku
Seakan dunia dapat menghantamku kapanpun ia mau
Seakan ombak dapat menamparku dengan keras
Seakan tanah dapat menguburku sangat dalam
Tapi denganmu aku baik-baik saja
Ketika bersembunyi, kau datang menemukanku
Ketika terbakar, kau datang menyejukanku
Ketika membeku, kau datang menghangatkanku
Kau lah yang pertama datang untuk menghapus airmata walau semua tak tahu
Kau bahkan dapat meleburkan hatiku yang sekeras baja
Kau memulai dengan hangat
Kau memulai dengan lembut
Membawaku terbang menuju kenyamanan yang kubutuhkan
Membuatku mengembangkan perasaanku untuk menjadi diriku sendiri
Kakak

Kau membuatku mulai percaya jika saudara tak perlu sedarah

Senin, 17 Oktober 2016

PUISI




AKU YANG TERLUPAKAN





Karya Mahdalita Shabrina
Tahun lalu kita tak terpisahkan
Seharian, semalaman
Kamu tak pernah melepasku
Ada kau, ada aku
Bahkan kelelahanku membuat porak-poranda pikiranmu
                                                Kini semua berubah
                                                Kau membiarkanku tergeletak begitu saja
                                                Kehangatanmu, senyuman indahmu
                                                Kini tinggal kenangan saja
                                                Seakan ku tak pernah hadir dalam kehidupanmu
Tapi siapa aku?
Aku ini hanya sebuah barang terlupakan
Tergantikan dengan sosok baru, aku kau abaikan
Ah sudahlah!

Mungkin kecanggihanku sudah tak bisa memuaskanmu