Sabtu, 21 Mei 2016

Cerita Devira

Misteri Tukang Ompol
Hari minggu ini aku sendirian di rumah. Ayah pergi bekerja ke luar kota, ibu dan Heru pergi kerumah nenek, sedangkan kak Yoga jalan bersama temannya. Rumah terasa sangat tenang di hari ini. Aku bersantai di sofa ruang tv, aku menonton kartun kesukaanku.
Ting tong
            Bel rumah berbunyi, ‘Palingan nawarin panci’ pikirku tanpa memperdulikan bel rumah yang kembali berbunyi. Dengan malas, aku bangkit dari sofa dan berjalan menuju pintu rumah. Aku buka pintu rumah dan menampilkan kak Yuni yang tersenyum lebar melihatku. Di bawah kakinya ada kedua anaknya, si Raski dan Raska. “Hai Ra, maaf ya kakak ganggu acara santaimu. Dirumah ada siapa? “ tanya kak Yuni. “Ira sendirian kak…” kataku. “Duh… maaf banget ya, kakak mau pergi ke kantor ada kerjaan… kakak titip Raski dan Raska ya, papa mereka tadi pergi mincing sama temannya” kata kak Yuni. Sebenarnya aku malas menjaga mereka berdua. Terakhir mereka kesini dan menginap, mereka mengompol dahsyat di kasurku. “Iya gak masalah kok kak…” kataku mengiyakan. “Bagus… nah Raski jaga adikmu dengan baik, kalian tidak boleh merepotkan tante Ira ya” kata kak Yuni kepada kedua anknya. Raska hanya mengangguk sedangkan Raski memberikan senyuman lebarnya. Kemudian, kak Yuni pergi berpamitan padaku.
            Sebenarnya aku penasaran, diantara mereka berdua siapa yang masih mengompol? Walau ibuku yakin mereka berdua masih mengompol karna kedua celana mereka basah ketika tertidur. Tapi keyakinanku berbeda dengan ibu, aku sangat yakin salah satu mereka yang mengompol. “Tante, Raski lapar…” kata Raski memandangku. “Ada roti, kalian mau roti? “ tanyaku. Raska mengangguk sedangkan Raski menggeleng, “Raski mau makan nasi…” kata Raski. “Tante lagi nda masak nasi…” kataku. “Raski mau nasi… nanti tante bakal Raski laporkan ke nenek” kata Raski. Nenek yang dia maksud itu adalah ibuku, walau ibu bilang ke mereka kalau dia belum cukup tua menjadi nenek tapi tetap saja mereka panggil nenek. “Iya deh, tante masak nasi dulu” kataku menyerah kalau sudah menggunakan nama ‘sakti’ itu.
            Mereka sudah makan, sebentar lagi mereka akan tertidur. Tunggu, bukannya aku memasukan obat tidur ya di makanan mereka tapi kebiasaan mereka seperti itu apalagi aku melihat Raski diam saja. “Kalian sudah mengantuk? “ tanyaku. Mereka berdua menganggukkan kepala. Aku menyuruh mereka cuci kaki terlebih dahulu sebelum menggiring mereka masuk ke kamarku. Bagaimana nasib kasurku nanti? Ah tenang saja, mereka tidur di kasur kecil yang ibu belikan sehari setelah mereka menginap, setelah aku merengek sambil berguling-guling dibawah kaki ibu, setelah kak Yoga tertawa terbahak melihatku begitupada akhirnya ibu mengiyakan juga.

            Ngomong-ngomong sudah jam 3 sore kok mereka belum bangun juga ya. ‘aku intip dulu ah’ pikirku. Aku membuka sedikit pintu kamarku, pelan tanpa suara agar tidak membangunkan mereka. Tapi tubuhku kaku setelah mengintip mereka dan mataku melebar. Dia, Raski ternyata si pengompol sedang asik mengencingi celana asiknya si Raska. Aku menutup pintu perlahan takut mengganggu aktifitas Raski. Aku langsung buru-buru pergi dari situ menuju dapur dan mengambil gelas. Aku tuangkan air putih di gelas lalu meminumnya sampai habis. “Tadi itu…. Astaga! Akhirnya aku berhasil mengetahuinya… yey!” kataku senang, sangking senangnya aku menari-nari di depan kulkas. Setelah sadar akan kelakuanku, aku pergi duduk di sofa ruang tv. Aku menyalakan tv, niat awalnya mau menonton tapi aku malah memikirkan jika nanti Raski masuk taman kanak-kanak bagaimana kalau ia masih mengompol? Ah tapi dia kan mengompol kalau tidur. Tapi kalau sekolahnya ada waktu tidur siang bersama bagaimana? Aku gak bisa bayangkan Raski akan mengompoli celana anak-anak satu ruangan agar tidak ketahuan kalau dia mengompol. Cukup cerdik juga dia… “Ibu pulang…” ah itu suara ibu. “Ibu sudah pulang? “ kataku. “Mukamu kenapa? Kok kayak lagi senang gitu sih” tanya ibu heran. “Ah perasaan ibu aja… sini Ira bantu bawa tas ibu” kataku. “Kamu gak kerasukan roh orang rajin kan pas sendirian di rumah? “ tanya ibu. “Aku gak sendirian bu, ada Raski dan Raska kok lagi tidur” kataku. “Ah pasti mereka mengompol lagi…” desah ibu. “Ah ngomong-ngomong tentang ompol…” kataku. “Kenapa? ‘ tanya ibu. Aku menggeleng, “Gak papa, aku haus saja kok” kataku tersenyum. “Aneh… sudah bawain ke dapur sana” kata ibu. “Oke…” kataku. Biarlah ibu mencari tahu sendiri hihihi

Tidak ada komentar :

Posting Komentar