Jumat, 06 Mei 2016

Cerita Devira

Pelaku Pencuri Eskrim

            Aku sudah bersiap untuk berangkat sekolah, “Bu kak Yoga mana? ” tanyaku. “Kakakmu lagi sakit..” kata ibu. “Sakit? Tadi malam perasaanku biasa aja deh” kataku. Ibu mengangkat bahunya, “Tadi pagi ibu periksa demam, baru aja masuk kamar lagi” kata ibu. “Oh yasudah kalau gitu aku berangkat dulu ya bu” kataku pamit.
            Hari ini aku hanya pelajaran olahraga dan kesenian. Jadi pulang lebih cepat dari biasanya. Rumahku dan sekolah lumayan jauh, naik angkot satu kali dan berjalan kaki 15 menit sudah sampai di depan rumah. Tapi hari ini aku rasanya mau sampai rumah lebih cepat dan aku menundukkan kepalaku. ‘Semoga saja dia tidak lihat’ batinku menjerit. “Oh halo manis…”
            Terlambat.
            Aku menoleh dan memberikan senyuman terpaksaku. “Oh kak Riski…” kataku. “Iya ini calon suami masa depanmu yang memanggil” kata kak Riski tersenyum. Gila, siapa yang mau jadi istri masa depanmu hah? . Lagi-lagi aku hanya tersenyum ‘terpaksa’. “Oh iya, ini buku catatan untuk Yoga… maaf ya aku nda bisa lama, calon suamimu ini harus main futsal… bye sayangku” kata kak Riski dan mengedipkan sebelah matanya kepadaku dan pergi. Tolong siapa saja bawakan aku kantung plastik sekarang!
            ‘Ya ampun… sebaiknya aku putar jalan saja mulai sekarang atau aku meminta ibu untuk segera pindah rumah’ pikirku.
            “Aku pulang…” kataku. Rumah terlihat sepi, “Kak Yog… ada titipan dari kak Riski…” kataku mengetuk pintu kamar kak Yoga. Tidak ada jawaban. “Kak, aku masuk ya…” kataku lagi lalu membuka pintu kamar kak Yoga. Ketika aku berhasil membukanya, aku langsung menatap kak Yoga yang sedang tidur. ‘Kasihan sekali…’ pikirku. Ketika aku akan pergi dari kamar kak Yoga, aku menendang sesuatu. Aku melihat kebawah kakiku, “Lho ini kan?!” kataku sedikit berteriak. Ini kan es krim milikku yang hilang 2 hari yang lalu, jadi kak Yoga yang makan. Aku melihat kearah kak Yoga yang masih tertidur. ‘Awas ya kak’ pikirku.

            “Bu, liat sikat gigiku gak? ” tanya kak Yoga kepada ibu. “Ibu nda liat” kata ibu. “Kok tiba-tiba hilang ya, aku kan belum sikat gigi” kata kak Yoga. Kak Yoga kembali masuk kedalam kamar mandi. “Astaga… SIKAT GIGIKUUUUUU” teriak histeris kak Yoga. Aku tertawa di sofa ruang tv. Kak Yoga keluar kamar mandi, “Sikat gigiku yang malang…” kata kak Yoga sedih. Aku berjalan melewatinya, “Makanya lain kali jangan ambil eskrimku” kataku berlari memasuki kamar dan menguncinya. Pintu kamarku di gedor dari luar, “Awas ya kamu Ira…” kata kak Yoga.

5 komentar :

  1. hahaha lucu endingnya keren dahhh
    terus berkarya dalam tulisan :)

    mampir sitirabiatuladawiyah25.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Waah bagus banget...ditunggu post selanjutx yaa

    BalasHapus
  3. Ciri khas adik kakak.. klo ketemu kelahi.. klo g ad dcari.. kangen adek adekkuu

    BalasHapus
  4. hahahah lucu cerpennya mu mahda :D
    buat lagi yang lebih lucu, hehe

    BalasHapus